Lestarikan Alam, Ibu Paroki Wedi Dilatih Membuat JMS
Paguyuban Ibu Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten mengadakan pertemuan rutin di Balai Mandala “Lantai Atas” Gereja Paroki setempat pada Minggu (6/7/2025) pagi.
Bertindak sebagai pelaksana pertemuan rutin kali ini adalah Lingkungan Santo Natanael Kalitengah.
Pertemuan ini antara lain diisi dengan edukasi dan pelatihan membuat Jadam Microbial Solution (JMS) yang dipandu oleh Tim Mentor Sebaya Credit Union Kridha Rahardja (CU KR), Laurentius Sukamta.
Tim Mentor Sebaya Credit Union Kridha Rahardja, Laurentius Sukamta menyampaikan, Jadam Microbial Solution (JMS) merupakan larutan mikroorganisme yang bermanfaat dalam pertanian organik, khususnya dalam sistem pertanian JADAM.
JADAM adalah sistem atau metode pertanian organik dari Korea yang dikembangkan oleh Youngsang Cho. JADAM merupakan singkatan bahasa Korea dari Jayonul Damun Saramdul yang artinya “orang yang menyerupai alam”.
“JMS ini digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah, menyeimbangkan pH (keasaman tanah), dan memperkuat mikroba baik yang sangat penting untuk pertumbuhan tanaman,” katanya.
Sukamta menjelaskan, bahan untuk membuat JMS (ukuran 10 liter) ini berupa kentang (sebagai sumber pakan mikro organisme) 1 biji, garam kasar atau garam grosok (sebagai sumber mineral pengganti molase) 1 sendok makan, lapukan daun bambu (sebagai sumber mikroorganisme) 1 genggam, dan air lunak (yaitu air hujan, air AC, air RO) 10 liter.
Adapun cara membuat JMS yaitu kentang direbus dengan 1 liter air sekitar 20 menit sampai tekstur kentang melunak. Kemudian pisahkan kentang dan air rebusan. Kentang lalu dipotong kecil kecil. Selanjutnya, masukan air lunak ke dalam ember dan tambahkan garam ke dalam air, lalu diaduk hingga merata.
Komite Keuangan TP wedi



