Selamat datang di website Credit Union Kridha Rahardja

Artikel Pilihan

PENDIDIKAN DI CREDIT UNION BUKAN SOAL CERAMAH

Share:
PENDIDIKAN DI CREDIT UNION BUKAN SOAL CERAMAH

Dalam suatu pertemuan Credit Union di Korea Selatan, Suster Mary Gabriela, tokoh yang merintis Credit Union di Korea Selatan sekaligus pendiri NACUFOK (National Credit Union Federation of Korea),  ditanya tentang faktor utama yang menentukan sukses tidaknya sebuah Credit Union . Jawaban beliau tidak menyebut soal modal, tidak soal gedung megah tidak juga soal kecanggihan teknologi atau besaran suku bunga. Hanya satu kata yang beliau tekankan berulang-ulang: pendidikan, pendidikan, pendidikan.

Sejatinya yang diurus Credit Union bukan uang tapi manusia. Dan manusia hanya dapat berkembang lewat proses belajar. Banyak yang keliru mengira aset paling berharga sebuah CU adalah kantor yang mewah, simpanan anggota bernilai triliunan. Padahal semua itu hanyalah hasil sampingan, bukan inti dari Credit Union.

Aset paling berharga sesungguhnya adalah anggota yang terdidik. Anggota yang pola pikirnya telah berubah lewat pendidikan, akan lebih mengutamakan mengisi pikirannya dengan wawasan. Sementara anggota yang belum tersentuh pendidikan cenderung sibuk memikirkan kebutuhan dasar semata (urusan makan).

Bayangkan anggota yang terdidik ibarat akar pohon yang tertanam kuat jauh ke dalam bumi. Wujud pohonnya boleh jadi tidak menjulang tinggi, tetapi selama akarnya kokoh, terpaan badai sekencang apa pun akan sulit merobohkannya. Sebaliknya, CU dengan anggota yang minim pemahaman ibarat pohon berdaun lebat namun berakar dangkal tampak megah dari kejauhan, tapi begitu diterpa angin kencang, langsung tumbang.


<<Selengkapnya>>

Artikel Terkait: